Disbudpar Berau Kucurkan Rp3,5 Miliar untuk Percantik Wisata Air Panas Pemapak Bapinang, Rampung Akhir November

Progres Pembangunan Lanjutan Destinasi Wisata Air Panas Pemapak Bapinang di Kecamatan Biatan, Berau Tahun 2025. (Korankaltim.com)

KaltimExpose.com, Tanjung Redeb –  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau terus mempercantik kawasan wisata unggulannya. Tahun ini, destinasi Air Panas Pemapak Bapinang di Kecamatan Biatan mendapat kucuran dana Rp3,5 miliar dari anggaran murni daerah untuk pembangunan sarana dan prasarana tahap lanjutan.

Dilansir dari Koran Kaltim, pembangunan di kawasan wisata Air Panas Pemapak Bapinang menjadi bagian dari upaya Disbudpar Berau meningkatkan kualitas dan daya tarik destinasi wisata alam unggulan di wilayahnya. Anggaran sebesar Rp3,5 miliar itu difokuskan untuk memperbaiki infrastruktur dasar, memperindah kawasan, serta menambah fasilitas penunjang bagi wisatawan.

Staf Teknis sekaligus Pengawas Kepariwisataan Disbudpar Berau, Andi Nursyamsi, menjelaskan bahwa pekerjaan tahun ini merupakan kelanjutan dari proyek sebelumnya.

“Tahap tahun ini kami fokus untuk merapikan kawasan, mempercantik akses, serta menambah fasilitas pelayanan pengunjung,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).

Menurut Andi, anggaran tersebut digunakan untuk penataan drainase, perbaikan jalan, pembangunan toilet tambahan, serta penataan Sungai Air Dingin — daya tarik utama kawasan wisata tersebut. Pekerjaan penataan sistem drainase menjadi prioritas dan telah rampung 100 persen.

“Kalau tidak ditata, air panas dan air dingin bisa bercampur. Itu bisa mengganggu kualitas dan kebersihan sumber air panas. Karena itu, drainase menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Pekerjaan dengan bobot anggaran terbesar adalah penataan Sungai Air Dingin, yang kini juga sudah selesai sepenuhnya. Pinggiran kolam ditata rapi menggunakan batu alam, lengkap dengan pintu air dan kolam alami yang bersih.

“Kami ingin menjaga keaslian alamnya, tapi tetap memberikan kenyamanan bagi wisatawan,” tambah Andi.

Menanggapi masukan pengunjung, Disbudpar juga menambah fasilitas toilet dan ruang bilas dari empat pintu menjadi delapan pintu. Hal ini dilakukan karena Air Panas Pemapak termasuk destinasi dengan kunjungan dan retribusi tertinggi di Berau.

Selain memperbanyak fasilitas, akses jalan masuk kawasan kini ditata lebih rapi dan dilengkapi pagar pengaman di dua titik strategis. Inovasi lainnya adalah pembangunan jalur trekking sepanjang 100 meter yang menghubungkan area parkir dengan kawasan utama, memungkinkan wisatawan menikmati suasana hutan tanpa berdesakan dengan arus pengunjung.

Disbudpar juga tengah menuntaskan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sisi luar Sungai Air Dingin, yang progresnya sudah mencapai 80 persen. Area ini akan menjadi taman alami dengan jembatan penyeberangan dan area rekreasi keluarga.

“Kami ingin pengunjung tidak hanya menikmati air panasnya, tapi juga suasana alamnya yang asri. Jadi konsepnya bukan sekadar mandi air panas, tapi rekreasi keluarga yang lengkap,” ungkap Andi.

Pembangunan tiga unit kolam rendam air panas buatan juga tengah berjalan dengan progres 80 persen. Kolam tersebut dilengkapi atap pelindung agar pengunjung tetap nyaman di segala cuaca.

Selain proyek yang sedang berjalan, Disbudpar telah menyiapkan zona pengembangan tambahan untuk tahun mendatang. Rencana tersebut meliputi perluasan area parkir, taman bermain anak semi indoor, panggung hiburan mini, serta gazebo bergaya semi-glamping untuk disewakan wisatawan.

“Rencananya kawasan ini dibagi menjadi beberapa zona parkir, taman rekreasi anak, gazebo istirahat, dan kolam anak. Semua akan dikembangkan bertahap sesuai ketersediaan anggaran,” jelasnya.

Meski progres sudah mencapai 70 persen, Andi mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama. Dari total area sekitar 12 hektare, baru separuh kawasan yang bisa dimanfaatkan optimal. Karena itu, setiap pembangunan dilakukan dengan prinsip efisiensi dan manfaat langsung bagi pengunjung.

“Kami harus benar-benar teliti mengatur anggaran agar hasilnya bisa langsung dirasakan pengunjung. Prinsipnya, jangan membangun separuh-separuh. Kalau dibangun, harus bisa langsung dinikmati dan tidak rusak sebelum rampung,” tegasnya.

Proyek ini ditargetkan selesai akhir November 2025 dan akan dibuka untuk uji coba pada awal Desember, bertepatan dengan libur akhir tahun.

“Harapannya, akhir November semua rampung dan awal Desember bisa kita buka untuk uji coba. Dengan begitu, masyarakat bisa menikmati wajah baru Air Panas Pamapak saat liburan nanti,” tutupnya.


Update Berita Kaltim gak harus ribet! Yuk Gabung Channel WhatsApp Kaltim Expose Whatsapp Kaltim Expose untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan.

Iklan