Diduga Akibat Aktivitas Tambang, Warga Tanah Merah Samarinda Rugi Akibat Banjir Lumpur
KaltimExpose.com, Samarinda – Air bercampur lumpur kembali merendam permukiman dan lahan pertanian warga di Jalan Poros Samarinda–Bontang, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara. Peristiwa yang berulang ini membuat warga sekitar merugi dan khawatir akan keselamatan lingkungan mereka. (Kata kunci utama: banjir lumpur Samarinda)
Dilansir dari Kaltim Post, banjir terjadi pada Selasa (4/11) dan tidak hanya merendam RT 27, tetapi juga meluas hingga RT 25 dan RT 26. Warga mengeluhkan air keruh yang menyerupai lumpur, menyebabkan akses jalan terganggu dan lahan pertanian tertutup material tanah.
Camat Samarinda Utara Mohamad Joni mengungkapkan, pihak kecamatan bersama lurah dan ketua RT telah berupaya menindaklanjuti laporan warga dengan menghubungi pihak pengembang di kawasan tersebut.
“Informasi yang kami dapat, sudah pernah diberikan uang Rp1,5 juta dari pihak pengembang. Uang itu barusan dikonfirmasi tadi pagi, pasca-kejadian sudah diberi bantuan mengenai air bersih, tandon, dan uang juga,” ujar Joni, Minggu (9/11).
Sebagai langkah pencegahan, pihak kecamatan melakukan normalisasi parit dan aliran sungai di kawasan terdampak. Namun, pekerjaan baru bisa dilakukan di RT 27.
“Pas di depan rumah ibu-ibu yang nangis itu, ada parit besar. Tapi normalisasi ke arah hilir belum bisa, karena ekskavator tidak berani lewat,” jelas Joni.
Sementara itu, Sekretaris Lurah Tanah Merah Agus Soebiantoro mengaku baru mengetahui adanya dugaan aktivitas penambangan batu bara di wilayah Guntung Lai.
“Informasinya sama sekali kami nihil. Kalau masalah tambang, memang tidak pernah lewat kelurahan. UKL-UPL pun tidak ada hubungannya dengan kami. Jadi kalau ditanya tambang itu legal atau ilegal, kami tidak tahu,” ungkap Agus.
Agus menambahkan, pihak kelurahan kerap menjadi sasaran keluhan warga setiap kali terjadi banjir atau kecelakaan kerja.
“Kalau banjir, masyarakat datang ke kami. Termasuk kalau ada kecelakaan kerja, kami yang didatangi polisi dan Disnaker, padahal kami tidak tahu menahu. Jadi betul-betul kami minim informasi,” katanya.
Menanggapi dugaan adanya bekas tambang yang kini dikaveling menjadi lahan perumahan, Camat Joni belum dapat memastikan kaitannya dengan banjir lumpur.
“Menurut informasi Pak RT, di atasnya itu kaveling tanah seluas sekitar empat hektare, milik seseorang bernama Licin,” bebernya.
Pihak kecamatan berencana melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah rumah dan kepala keluarga yang terdampak.
“Senin besok kami kunjungi lagi, untuk mengidentifikasi berapa rumah yang terdampak dan jumlah jiwa,” pungkas Joni.
Update Berita Kaltim gak harus ribet! Yuk Gabung Channel WhatsApp Kaltim Expose Whatsapp Kaltim Expose untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan.





