Rasio Lingkar Pinggang terhadap Tinggi Badan Lebih Akurat Prediksi Risiko Penyakit Jantung, Studi Baru Ungkap
KaltimExpose.com – Rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan dinilai lebih akurat dalam memprediksi risiko penyakit jantung dibandingkan indeks massa tubuh (BMI). Temuan ini menegaskan bahwa ukuran tubuh bisa memberikan gambaran lebih jelas tentang kesehatan jantung seseorang, khususnya terkait penumpukan lemak di area perut.
Dilansir dari Healthline, penelitian yang dipublikasikan di The Lancet Regional Health mengungkap bahwa rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan (waist-to-height ratio/WHtR) berkaitan lebih kuat dengan risiko penyakit jantung dibandingkan BMI maupun lingkar pinggang saja.
WHtR Unggul Dibanding BMI dalam Memprediksi Risiko
Menurut laporan yang dilansir Healthline, para peneliti menemukan bahwa rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan mampu mengidentifikasi risiko penyakit jantung bahkan pada orang dengan BMI normal atau sedikit berlebih.
“Saya rasa kita mulai beralih dari anggapan bahwa BMI adalah satu-satunya ukuran penting, menuju pemahaman bahwa rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan lebih baik dalam memprediksi kondisi kardiovaskular, terutama yang berkaitan dengan masalah metabolik dan aterosklerotik.” kata Marcio Sommer Bittencourt, MD, PhD, dari University of Pittsburgh.
Hal serupa disampaikan Thiago Bosco Mendes, MD. Ia menegaskan bahwa rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan tetap menjadi penanda penting bahkan setelah seluruh faktor risiko klasik disesuaikan.
“Bagi mereka dengan BMI antara 25 hingga 29,9, dan juga bagi mereka yang memiliki BMI normal, rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan merupakan penanda yang sangat penting. Rasio tersebut mampu mengidentifikasi individu dengan risiko lebih tinggi mengalami perkembangan aterosklerosis setelah lima tahun, bahkan setelah semua faktor risiko kardiovaskular klasik disesuaikan,” ujarnya.
Penelitian: Lingkar Pinggang Lebih Berperan dalam Prediksi
Studi ini melibatkan 2.721 orang dewasa di São Paulo, Brasil, yang seluruhnya tidak memiliki penumpukan kalsium arteri koroner (CAC) pada awal penelitian. Mereka menjalani pengukuran BMI, lingkar pinggang, dan rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan.
Setelah lima tahun, sekitar 15% peserta mengalami penumpukan kalsium. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada mereka yang memiliki rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan lebih tinggi.
- Peserta dengan WHtR ≥ 0.5: 18% memiliki CAC
- Peserta dengan WHtR < 0.5: hanya 10% yang memiliki CAC
Setiap kenaikan moderat pada rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan meningkatkan risiko penumpukan kalsium hingga sekitar 18%.
“Studi ini membantu kita melihat apa yang selama ini kita curigai, yaitu bahwa orang dengan disfungsi metabolik yang lebih besar — dalam hal ini ditandai oleh rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan — lebih mungkin mengalami penumpukan plak kolesterol,” jelas Yu-Ming Ni, MD.
Mengapa WHtR Lebih Akurat? Visceral Fat Jadi Kunci
Rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan menggambarkan jumlah lemak visceral—lemak yang berada di rongga perut dan paling berbahaya. Lemak ini erat kaitannya dengan:
- penyakit jantung
- kanker
- diabetes
Mendes menambahkan, “Kita tahu bahwa mereka yang memiliki lebih banyak lemak visceral akan mengalami lebih banyak peradangan, dan itu juga menjadi faktor risiko terjadinya aterosklerosis.”
BMI Mulai Ditinggalkan, WHtR Lebih Mudah Diukur
BMI selama ini digunakan sebagai indikator obesitas dan risiko penyakit kronis. Namun, BMI tidak dapat menilai distribusi lemak tubuh, sehingga tidak selalu akurat dalam menilai risiko seseorang.
Sebaliknya, rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan dinilai lebih praktis dan dapat diukur di rumah tanpa alat khusus.
Ni menyebutkan bahwa pengukuran lingkar pinggang memang tidak selalu konsisten di klinik, tetapi tetap “sesuatu yang menurut saya dapat digunakan orang pada umumnya sebagai tolok ukur kesehatan pribadi mereka.”
Bittencourt menegaskan bahwa meski WHtR lebih akurat, rekomendasi gaya hidup sehat tetap sama:
“Rekomendasi terkait pola makan, olahraga, pengurangan asupan kalori, serta preferensi terhadap makanan non-ultra-proses tidak berubah berdasarkan temuan kami.”
Cara Mudah Mengukur Rasio Lingkar Pinggang terhadap Tinggi Badan di Rumah
- Siapkan meteran
- Ukur tinggi badan dalam satuan yang sama
- Ukur lingkar pinggang tepat di sekitar pusar
- Hitung WHtR: lingkar pinggang ÷ tinggi badan
- Contoh perhitungan: 34 inci ÷ 68 inci = 0.5
- Aturan sederhana: lingkar pinggang harus kurang dari setengah tinggi badan
Dengan metode yang mudah dan murah ini, rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan berpotensi menjadi indikator kesehatan yang semakin umum digunakan.
Update Berita Kaltim gak harus ribet! Yuk Gabung Channel WhatsApp Kaltim Expose Whatsapp Kaltim Expose untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan.





