KaltimExpose.com – Perubahan kecil dalam rutinitas harian terbukti dapat membantu menurunkan gula darah secara bertahap namun signifikan. Hal itu dialami seorang penyandang diabetes yang berhasil menurunkan nilai A1C hampir 1% hanya dengan membangun kebiasaan sederhana dan konsisten dalam pengelolaan kesehariannya.
Dilansir dari Healthline, keberhasilan itu bermula dari pertanyaan rutin yang selalu diajukan endokrinologisnya setiap kunjungan: “Apa satu hal yang bisa saya lakukan hari ini untuk membantu Anda?” Pertanyaan sederhana ini mendorongnya mengevaluasi pengelolaan diabetes secara menyeluruh dan bagaimana langkah kecil dapat memberi dampak besar dalam upaya menurunkan gula darah.
Ia kemudian mulai mempraktikkan pendekatan bertahap—memilih satu kebiasaan kecil, mempertahankannya, lalu menambahkan kebiasaan lain. Dalam beberapa bulan, rangkaian perubahan ini membentuk rutinitas baru yang lebih sehat dan membantu menurunkan gula darah secara konsisten.
Berikut sejumlah kebiasaan yang dibangunnya berdasarkan pengalaman pribadi.
Kebiasaan Sehat yang Membantu Menurunkan Gula Darah:
1. Menambah Satu Pemeriksaan Gula Darah per Hari
Ia memulai dengan langkah sederhana: memeriksa gula darah sekali lebih banyak daripada biasanya.
Kebiasaan ini membantunya membangun kesadaran pola harian dan menjadi dasar kuat dalam upaya menurunkan gula darah.
2. Mencatat Hasil Pemeriksaan
Meskipun memiliki CGM, ia tetap menuliskan hasil pemeriksaan di kertas.
Langkah ini membuatnya lebih bertanggung jawab, memahami pola kenaikan atau penurunan, serta mengambil tindakan tepat untuk menurunkan gula darah.
3. Mengatur Pola Sarapan
Ia menyadari gula darah cenderung lebih tinggi di pagi hari akibat dawn phenomenon, konsumsi kopi, dan pilihan sarapan yang tinggi karbohidrat.
Dengan mengganti sarapan ke protein serta serat—seperti telur, yogurt Yunani, atau smoothie dengan chia seeds—gula darahnya lebih stabil sehingga membantu menurunkan gula darah di awal hari.
4. Tetap Bergerak Setiap 30–60 Menit
Ia memasang alarm di ponselnya untuk berdiri, berjalan, atau sekadar meregangkan tubuh selama 2–3 menit.
“Movement snack” ini membantunya menjaga aliran darah dan menjadi kebiasaan yang berkontribusi menstabilkan dan menurunkan gula darah.
5. Mengelola Kebiasaan Ngemil Malam Hari
Karena cenderung ngemil di malam hari, ia mengganti camilan tinggi karbohidrat dengan sayuran atau makanan rendah karbohidrat dalam porsi terkontrol.
Perubahan ini berdampak besar dalam mencegah lonjakan malam dan membantu menurunkan gula darah sepanjang malam.
6. Menjaga Jam Tidur
Kurang tidur memengaruhi sensitivitas insulin. Ia menetapkan target tidur pukul 23.30 sebagai bagian dari rutinitas baru.
Kebiasaan tidur lebih teratur turut mendukung kestabilan dan upaya menurunkan gula darah.
7. Menerima Dukungan Keluarga
Ia mengajak pasangannya membantu mengamati respons gula darah setelah makan tertentu atau aktivitas tertentu.
Perspektif orang lain membantunya mengenali pola yang sebelumnya tidak disadari dan mendukung proses menurunkan gula darah secara berkelanjutan.
Perubahan Bertahap yang Berbuah Hasil
Perjalanan ini menunjukkan bahwa satu langkah kecil saja bisa menjadi titik awal perubahan besar. Dengan mencatat hasil CGM, mengevaluasi pola sarapan, mengurangi camilan malam, bergerak lebih sering, hingga rutin tidur, ia membangun sistem yang mendukung kesehariannya dan membantu menurunkan gula darah secara konsisten.
Di tengah proses itu, ia menyadari masih banyak yang harus diperbaiki, terutama kualitas tidur. Namun, ia tetap melanjutkan kebiasaan yang sudah terbentuk sebagai landasan penting dalam perjalanan mengelola diabetes dan menurunkan gula darah jangka panjang.
Update Berita Kaltim gak harus ribet! Yuk Gabung Channel WhatsApp Kaltim Expose Whatsapp Kaltim Expose untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan.






