Wali Kota Bontang Lepas Kontingen PGRI ke PORSENIJAR 2025, 48 Guru Siap Tampil Maksimal

Wali Kota Neni Lepas Kontingen PGRI Bontang ke PORSENIJAR 2025 (PPID Bontang)

KaltimExpose.com, Bontang –  Pemerintah Kota Bontang resmi melepas kontingen PGRI Kota Bontang menuju PORSENIJAR 2025 di Balikpapan, sebagai wujud dukungan terhadap prestasi guru dan penguatan kualitas pendidikan.

Dilansir dari PPID Kota Bontang, prosesi pelepasan berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jumat (14/11) pagi, dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Sebanyak 48 orang peserta dan official akan mewakili Bontang dalam 6 cabang olahraga dan 7 cabang seni.

Cabang olahraga yang akan dipertandingkan meliputi bulutangkis, tenis meja, catur putra, pickleball, sepak takraw, dan senam PGRI. Sementara cabang seni mencakup menyanyi solo, melukis, tari tunggal, pencak silat seni, seni baca Alquran (MTQ), kaligrafi kontemporer, serta best practice pembelajaran mendalam (deep learning).

Sebagai simbol pemberangkatan, Wali Kota menyerahkan bendera kontingen kepada Ketua PGRI Kota Bontang, Saparuddin, yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ia didampingi Ketua I PGRI, Sumariyah, serta jajaran pengurus PGRI lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik, kebersamaan, dan nama baik Bontang. “Jaga kebersamaan, jaga nama Bontang, jaga marwah guru. Bismillah, semoga pulang membawa keberkahan dengan raihan medali. Semua cabor dan cabang seni tampil maksimal, syukur bisa menjadi juara umum,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran guru sebagai teladan bagi peserta didik. “Guru tak hanya membangun SDM yang unggul dan berdaya saing. Lebih dari itu, guru harus bisa digugu tutur katanya dan diikuti perilaku baiknya,” tegas Wali Kota.

Bunda Neni mengutip filosofi pendidikan: “Pendidikan adalah seni menyalakan api, bukan mengisi bejana,” menegaskan bahwa guru harus menumbuhkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan semangat belajar pada murid. Ia menambahkan, guru menyimpan dua mata air peradaban: pengetahuan dan keikhlasan, sehingga PORSENIJAR menjadi panggung untuk menampilkan sportivitas, dedikasi, dan kebersamaan.

“Guru yang berlari di lapangan, bernyanyi di panggung, atau beradu gagasan dalam lomba pembelajaran, semuanya menunjukkan satu hal yang sama: bahwa pendidikan hidup dalam tindakan, karya, dan perjuangan,” lanjutnya.

Wali Kota Neni berharap guru tetap menjadi penggerak transformasi pendidikan di Kota Taman, dan menekankan bahwa benih masa depan generasi pelajar akan tumbuh subur jika dirawat oleh pendidik berkualitas, berintegritas, dan berhati mulia. Pemerintah Kota Bontang pun berkomitmen menciptakan kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas guru dan pembelajaran berkelanjutan.

Acara pelepasan ditutup dengan penampilan beberapa peserta di hadapan Wali Kota, mulai dari seni baca Alquran, menyanyi solo, tarian, hingga pencak silat seni. Bunda Neni tampak bangga melihat kesiapan kontingen yang akan berlaga di tingkat provinsi dan siap mendampingi selama kompetisi berlangsung.

Dengan pelepasan ini, kontingen PGRI Bontang resmi siap membawa nama baik kota di PORSENIJAR 2025, mengusung semangat guru sebagai penggerak pendidikan dan penjaga marwah profesi.


Update Berita Kaltim gak harus ribet! Yuk Gabung Channel WhatsApp Kaltim Expose Whatsapp Kaltim Expose untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan.

Iklan