Kenaikan Harga TBS Sawit di Kalimantan Timur Meningkat Tajam Didukung Penguatan CPO Global

Harga TBS sawit di Kalimantan Timur naik tajam karena penguatan harga CPO global, mendongkrak pendapatan petani sawit lokal. (Foto: kaltimprov.go.id)

KaltimExpose.com, Samarinda –  Kenaikan harga TBS sawit di Kalimantan Timur kembali mencuri perhatian setelah otoritas setempat merilis angka terbaru yang lebih tinggi, dipengaruhi oleh penguatan harga Crude Palm Oil (CPO) global yang meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit.

Pergerakan harga TBS sawit di Kalimantan Timur menunjukkan tren positif pada periode 16–31 Januari 2026, menyusul meningkatnya harga jual minyak sawit mentah di pasar internasional. Dilansir dari Portal Kaltim , Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim mencatat bahwa dinamika pasar global membantu mendongkrak nilai pembelian TBS di tingkat petani.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, menyatakan bahwa penguatan nilai CPO global menjadi faktor utama kenaikan ini, disertai meningkatnya permintaan komoditas sawit di pasar dunia. Harga rata-rata tertimbang CPO pada periode tersebut berada di kisaran Rp13.988,60 per kilogram, sementara harga kernel tercatat sekitar Rp11.073,06 per kilogram dengan indeks K mencapai 88,59 persen.

Muzakkir menyatakan bahwa harga TBS sawit bervariasi berdasarkan umur tanaman. Untuk tanaman yang berumur tiga tahun, harga pembelian mencapai Rp2.818,30 per kilogram. Angka ini terus meningkat seiring umur tanaman, di mana TBS dari pohon 10 tahun dipatok di angka sekitar Rp3.200,48 per kilogram.

“Kenaikan ini tidak hanya mewakili pasar yang lebih kuat, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi para petani sawit yang terlibat dalam kemitraan dengan pabrik pengolahan,” ujar Muzakkir dalam keterangan resminya.

Kebijakan penetapan harga TBS di Kalimantan Timur dilakukan oleh tim yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan kelompok pekebun dan perusahaan pengolahan sawit, untuk memastikan harga yang adil dan transparan bagi semua pihak.

Para petani semakin optimis dengan prospek komoditas sawit, terutama di tengah penguatan permintaan global. Namun, para pengamat industri mengingatkan bahwa buruknya harga CPO dan kebijakan perdagangan internasional dapat mempengaruhi stabilitas harga TBS di masa mendatang.(Allen)


MemperbaruiBerita Kaltim gak harus ribet!Yuk Gabung Channel WhatsApp Kaltim ExposeWhatsapp Kaltim Exposeuntuk mendapatkan informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan.

Iklan