Hadapi Pemangkasan TKD 2026, Wali Kota Samarinda Fokus Efisiensi Belanja, Pangkas Anggaran Makan-Minum Rp98 Miliar
KaltimExpose.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda menghadapi fase shock fiscal akibat pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) untuk 2026. Wali Kota Andi Harun menegaskan efisiensi belanja, bukan pemotongan hak pegawai, sebagai langkah strategis menjaga kelancaran pelayanan publik.
Dilansir dari Prokal, Hal ini terungkap dalam diskusi bertajuk “Strategi Kaltim Melanjutkan Pembangunan di Tengah Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD)” yang digelar di Gedung Serba Guna Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda, Rabu (26/11/2025).
Wali Kota Andi Harun membuka diskusi dengan analogi pemerintahan sebagai pesawat yang ditenagai dua mesin: public sector engine dan private sector engine. Ia menegaskan bahwa pemangkasan TKD, termasuk hilangnya Dana Insentif Daerah (DID) yang sebelumnya mendukung program strategis, bukan alasan untuk panik.
“Jangan panik, jangan marah. Ini momentum evaluasi diri,” ujar Andi Harun.
Efisiensi yang diterapkan tidak menyasar gaji atau Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) pegawai, melainkan merapikan belanja yang tidak perlu agar program prioritas tetap berjalan optimal. Dari evaluasi internal, terungkap bahwa anggaran makan-minum Pemkot Samarinda mencapai Rp98 miliar. Wali Kota mempertanyakan urgensi pos belanja ini dan menegaskan bahwa anggaran tersebut akan menjadi target utama pemangkasan.
“Memang tidak bisa rapat tanpa snack? Bisa saja ditunda. Ini bukan memangkas hak, ini efisiensi,” tegasnya.
Selain makan-minum, efisiensi akan mencakup pos perjalanan dinas dan pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) yang kini bisa digantikan teknologi digital. Mengutip pengalaman APBD Kaltim pada 1999 yang hanya Rp700 miliar namun pembangunan tetap berjalan, Andi Harun menekankan bahwa kualitas tata kelola lebih penting daripada besarnya anggaran.
“Apa guna kita punya uang banyak, jika tidak kembali untuk rakyat?” tandasnya.
Di tengah shock fiscal, Pemerintah Kota Samarinda memilih langkah tenang: menyusun napas belanja dan memastikan “mesin publik” tetap berjalan dengan penggunaan anggaran yang lebih hemat namun tetap efektif.
Update Berita Kaltim gak harus ribet! Yuk Gabung Channel WhatsApp Kaltim Expose Whatsapp Kaltim Expose untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan.





