Dana Terbatas, Penataan Permukiman Kumuh Samarinda Hadapi Ujian Serius
KaltimExpose.com, Samarinda – Upaya penanganan kawasan kumuh di Kota Samarinda masih menghadapi tantangan besar akibat keterbatasan dan efisiensi anggaran, meskipun kebutuhan penataan permukiman layak terus mendesak seiring pertumbuhan kota.
Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen memperbaiki kondisi kawasan kumuh melalui berbagai program peningkatan kualitas lingkungan. Dilansir dari RRI.co.id, kebijakan efisiensi anggaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi optimalisasi penanganan kawasan permukiman tidak layak huni di wilayah tersebut.
Penanganan kawasan kumuh membutuhkan intervensi menyeluruh, mulai dari pembangunan drainase, perbaikan jalan lingkungan, sanitasi, hingga penyediaan akses air bersih. Namun, keterbatasan fiskal membuat pemerintah harus menyesuaikan skala dan tahapan program agar tetap sejalan dengan kemampuan keuangan daerah.
Efisiensi anggaran mendorong pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam menentukan prioritas penanganan kawasan kumuh. Program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi fokus utama, sementara beberapa rencana pengembangan lainnya dilakukan secara bertahap.
Selain itu, kebijakan penghematan belanja menuntut perencanaan yang lebih matang agar alokasi anggaran benar-benar tepat sasaran. Dalam konteks ini, penanganan kawasan kumuh tidak hanya dilihat sebagai proyek fisik, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kesehatan lingkungan dan kesejahteraan sosial warga.
Pemerintah Kota Samarinda juga mengupayakan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk memastikan program penanganan kawasan kumuh sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan serta dapat dipelihara secara berkelanjutan.
Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah tetap menargetkan perbaikan bertahap pada sejumlah titik kawasan kumuh yang dinilai paling membutuhkan penanganan segera. Strategi ini diharapkan mampu menjaga konsistensi program tanpa mengorbankan kualitas hasil pembangunan.
Ke depan, Pemkot Samarinda berharap dukungan lintas sektor dan pengelolaan anggaran yang lebih efisien dapat mempercepat penanganan kawasan kumuh, sehingga lingkungan permukiman menjadi lebih layak, sehat, dan aman bagi masyarakat.
“Efisiensi anggaran membuat penanganan kawasan kumuh harus dilakukan secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas,” ujar pihak terkait.(Allen)
Update
Berita Kaltim gak harus ribet! Yuk Gabung Channel WhatsApp Kaltim Expose Whatsapp Kaltim Expose untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan.





