Berau Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Pencegahan Perkawinan Anak, Tekan 40 Kasus Dispensasi Nikah
KaltimExpose.com, Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau kembali menegaskan komitmennya dalam pencegahan perkawinan anak, dengan menggalang kolaborasi lintas sektor demi menekan angka kasus usia dini yang masih terjadi di wilayah setempat.
Dilansir dari Diskominfo Berau, kegiatan Koordinasi dan Kerja Sama Lintas Sektor Pergerakan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Perkawinan Anak digelar pada Rabu (13/11/2025) di Hotel Bumi Segah, Tanjung Redeb. Agenda ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, sekaligus membuka acara secara resmi dengan mengusung tema “Memperkuat Sinergitas Dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak.”
Menurut laporan yang dilansir Pemerintah Kabupaten Berau, upaya pencegahan perkawinan anak menjadi salah satu fokus prioritas pemerintah daerah karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan sosial. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap sinergi antarlembaga dapat semakin solid, sehingga langkah-langkah preventif bisa berjalan lebih efektif dan terarah.
Pemerintah menilai bahwa pencegahan perkawinan anak tidak hanya membutuhkan regulasi yang kuat, tetapi juga pemahaman masyarakat yang memadai mengenai risiko yang ditimbulkannya. Oleh sebab itu, forum ini dirancang sebagai sarana edukasi bagi berbagai pemangku kepentingan, termasuk tokoh agama, perangkat kampung, hingga pendamping keluarga untuk memperluas kampanye pencegahan perkawinan usia dini.
Selain menguatkan sinergi lintas sektor, acara ini turut menyoroti pentingnya pemahaman yang komprehensif mengenai bahaya perkawinan anak dari perspektif kesehatan dan agama. Pemerintah mengajak seluruh peserta untuk menyebarluaskan informasi tersebut secara masif, sehingga kesadaran masyarakat dapat tumbuh dan mendorong upaya pencegahan perkawinan anak yang lebih optimal.
Meski berbagai program telah berjalan, tantangan di lapangan masih cukup besar. Salah satunya adalah rendahnya literasi masyarakat mengenai dampak jangka panjang perkawinan anak. Kondisi tersebut diperburuk dengan belum terintegrasinya data kasus antarinstansi, sehingga menyulitkan pemetaan masalah secara menyeluruh. Melalui kegiatan koordinasi ini, pemerintah menargetkan terbentuknya rencana aksi daerah serta penguatan sistem pencatatan kasus lintas sektor sebagai langkah konkret dalam pencegahan perkawinan anak.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menegaskan bahwa angka perkawinan anak di daerah tersebut masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Pengadilan Agama, hingga tahun 2025 tercatat 40 pasangan mengajukan dispensasi nikah karena belum memenuhi batas usia perkawinan.
“Melalui kegiatan ini saya harapkan para camat dan perangkat kampung dapat lebih gencar memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko dan dampak perkawinan anak. Harapan kita bersama, angka kasus ini bisa terus menurun,” ujar Muhammad Said.
Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan akan terus memperkuat program kolaboratif, terutama melalui edukasi berkelanjutan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Fokus pencegahan perkawinan anak juga akan diarahkan pada peningkatan ketahanan keluarga, penegakan regulasi, serta pendampingan intensif di tingkat akar rumput.
Upaya menyeluruh tersebut diharapkan mampu mewujudkan generasi muda Berau yang lebih sehat, terdidik, dan terlindungi dari praktik perkawinan dini. Melalui sinergi yang kuat, Pemerintah Berau optimistis bahwa pencegahan perkawinan anak dapat dilakukan secara lebih efektif dan memberikan dampak signifikan bagi pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Dengan komitmen bersama antarinstansi, edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, serta integrasi sistem pencatatan kasus, pemerintah yakin langkah-langkah strategis ini akan memperkuat pencegahan perkawinan anak di seluruh wilayah Berau. Harapannya, berbagai program yang terus dikembangkan ini mampu menjadi fondasi kokoh dalam menekan angka perkawinan usia dini dan sekaligus memperkuat masa depan generasi muda.
Update Berita Kaltim gak harus ribet! Yuk Gabung Channel WhatsApp Kaltim Expose Whatsapp Kaltim Expose untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan.





