Apel Kesiapsiagaan Bencana Bontang: Pemerintah Tegaskan Mitigasi dan Respons Cepat Hadapi Cuaca Ekstrem

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang bertindak sebagai inspektur upacara Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana Alam di halaman Makodim 0908/Bontang, Sabtu (22/11) pagi. (foto:PPID Bontang)

KaltimExpose.com, Bontang –  Pemerintah Kota Bontang menggelar apel kesiapsiagaan bencana Bontang di halaman Makodim 0908/Bontang, Sabtu (22/11), sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana di tengah perubahan cuaca yang semakin ekstrem.

Dilansir dari PPID Kota Bontang, apel kesiapsiagaan bencana Bontang tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini diikuti jajaran Forkopimda, antara lain Kapolres Bontang AKBP Widho Anrianto, Kasdim 0908/Bontang Kapten Arh Asep Supriatna, Komandan Batalyon 7/ABC Letkol Arhanud Bayu Adiwisuda, Komandan Subdenpom VI/1-1 Kapten CPM Agus Setiawan, serta Komandan Pos TNI AL Bontang Letda Laut (KH) Elvis Yuri Setiono. Sejumlah kepala OPD juga hadir melengkapi barisan peserta apel kesiapsiagaan bencana Bontang tersebut.

Dalam amanatnya, Wakil Wali Kota Agus Haris menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan bencana Bontang menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan seluruh unsur menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Ia menilai perubahan musim membuat dinamika cuaca semakin sulit diprediksi, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan.

“Perubahan musim membuat frekuensi hujan, pasang air laut, serta dinamika cuaca ekstrem semakin sulit diprediksi. Kesiapsiagaan menjadi keniscayaan,” ujar Agus Haris.

Ia memaparkan adanya tiga hal utama yang harus menjadi pedoman dalam membangun kesiapsiagaan bencana, baik bagi pemerintah, aparat keamanan, instansi terkait, maupun masyarakat luas. Prinsip tersebut kembali ditegaskan dalam rangkaian apel kesiapsiagaan bencana Bontang, meliputi penguatan sistem peringatan dini, peningkatan edukasi publik, serta pengembangan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap risiko bencana.

Lebih lanjut, Agus Haris mengingatkan bahwa kesiapan tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada koordinasi antarlembaga. Ia menyoroti pentingnya penyiapan personel, logistik, jalur evakuasi, prasarana darurat, dan mekanisme komunikasi lintas sektor. Semua unsur diharapkan memiliki pemahaman yang sama dan mampu bergerak cepat saat keadaan darurat terjadi.

Menurutnya, setiap proses penanganan bencana harus dilakukan tepat waktu, tepat sasaran, dan memastikan pemulihan berlangsung secara menyeluruh. Prinsip ini ditekankan kembali sebagai bagian dari penguatan kapasitas melalui apel kesiapsiagaan bencana Bontang, yang menjadi agenda rutin pemerintah daerah dalam meningkatkan kesigapan berbagai pihak.

Kegiatan apel kesiapsiagaan bencana Bontang tersebut ditutup dengan pemeriksaan kesiapan pasukan dan peralatan dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga organisasi masyarakat. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat pendukung penanggulangan bencana berada dalam kondisi optimal.

Dengan pelaksanaan apel kesiapsiagaan bencana Bontang, Pemerintah Kota Bontang berharap seluruh elemen dapat bekerja secara cepat, solid, dan terkoordinasi dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Pemerintah juga menekankan bahwa mitigasi yang kuat dan respons yang cepat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan melindungi keselamatan masyarakat. Agenda apel kesiapsiagaan bencana Bontang ini diharapkan mampu memperkuat sistem penanggulangan bencana daerah yang lebih responsif dan terpadu.


Update Berita Kaltim gak harus ribet! Yuk Gabung Channel WhatsApp Kaltim Expose Whatsapp Kaltim Expose untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan.

Iklan