Ancaman Cuaca Ekstrem: BMKG Sebut Sistem Siklonik Picu Hujan Intens di Kalimantan Timur
KaltimExpose.com, Samarinda – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan intens yang berpeluang mengguyur Kalimantan Timur dalam beberapa hari ke depan, diduga akibat sistem siklonik yang aktif di perairan sekitarnya.
Fenomena sistem siklonik yang terkonsentrasi di Laut Sulawesi dan Selat Makassar diprediksi menjadi pemicu utama pertumbuhan awan hujan dengan intensitas cukup tinggi di wilayah Kalimantan Timur, khususnya sepanjang kawasan pesisir. Dilansir dari Portal Kaltim, BMKG menyatakan bahwa kondisi ini berpotensi memengaruhi pola cuaca hingga awal Februari 2026.
Menurut prakiraan cuaca yang dirilis oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, pergerakan angin permukaan diperkirakan bertiup dari arah barat laut ke timur laut dengan kecepatan antara 6–16 km per jam. Suhu udara di wilayah Kaltim diperkirakan berkisar antara 15–32 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai hampir 100 persen pada beberapa titik.
Prakiraaan cuaca BMKG, Huda Absar, menyampaikan bahwa pada pagi hari cuaca umumnya akan berawan tebal, meskipun hujan ringan diprediksi sudah terjadi di wilayah seperti Mahakam Ulu dan Kota Balikpapan. Intensitas hujan diprediksi meningkat saat memasuki siang hingga malam hari, terutama di kota-kota pesisir seperti Bontang, Samarinda, Balikpapan, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
BMKG juga mencatat bahwa kendati sebagian besar wilayah akan diguyur hujan, ada potensi munculnya anomali cuaca di pedalaman yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wilayah Kutai Barat dan Kutai Kartanegara bahkan masuk dalam kategori dengan tingkat kemudahan terbakar yang tinggi pada periode 31 Januari hingga 1 Februari 2026.
Untuk kondisi laut, tinggi gelombang di perairan Kalimantan Timur masih diperkirakan dalam kategori rendah dengan ketinggian sekitar satu meter, namun perubahan cuaca mendadak tetap perlu diantisipasi oleh pelaku transportasi air dan nelayan.
Sebagai langkah antisipatif, BMKG mengimbau masyarakat terus memantau informasi cuaca resmi melalui aplikasi Info BMKG maupun kanal media sosial lembaga tersebut. Ancaman banjir, tanah longsor, serta angin kencang disebut sebagai potensi dampak hidrometeorologi yang perlu diwaspadai.(Allen)
Update Berita Kaltim gak harus ribet! Yuk Gabung Channel WhatsApp Kaltim Expose Whatsapp Kaltim Expose untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan.





