79 Tahun Jejak Darah dan Air Mata, Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga Jadi Simbol Perlawanan Kaltim

Mengenang 79 tahun Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga, jejak perjuangan berdarah yang menjadi simbol perlawanan rakyat Kalimantan Timur. (Foto: kaltimprov.go.id)

KaltimExpose.com, Samarinda –  Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga kembali dikenang sebagai salah satu babak paling heroik dalam sejarah perjuangan Kalimantan Timur, menandai keberanian rakyat mempertahankan kemerdekaan dengan mengorbankan darah dan air mata.

Peringatan 79 tahun Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga menjadi momentum refleksi atas semangat juang yang menolak kembali masyarakat pascakemerdekaan Indonesia. Peristiwa bersejarah ini menyadarkan bahwa kemerdekaan tidak bisa diraih secara instan, melainkan melalui pengorbanan besar rakyat di daerah.

Dilansir dari Portal Kaltim, Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga terjadi saat masyarakat setempat bangkit melawan upaya pendudukan kembali oleh tentara asing. Aksi perlawanan tersebut menjadi simbol keteguhan sikap rakyat dalam mempertahankan pelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam catatan sejarah, Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga ditandai dengan keberanian rakyat yang mengibarkan bendera merah putih sebagai bentuk perlawanan terbuka. Tindakan itu memicu bentrokan berdarah yang merenggut banyak korban jiwa, sekaligus mengukir luka mendalam dalam perjalanan sejarah daerah.

Meski harus dibayar mahal, Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga meninggalkan warisan nilai perjuangan yang terus hidup hingga kini. Semangat pantang menyerah, persatuan, dan keberanian menjadi pesan utama yang diwariskan para pejuang kepada generasi penerus.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menilai Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga bukan sekadar catatan sejarah, melainkan landasan terbentuknya karakter kebangsaan. Nilai-nilai patriotisme yang lahir dari peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus dijaga dengan kesadaran kolektif.

Selain itu, Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga juga menegaskan peran penting daerah dalam perjuangan nasional. Sanga-Sanga dikenal sebagai Kota Juang karena keberanian rakyatnya yang tidak gentar menghadapi ancaman demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Peringatan tahunan Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga diharapkan mampu menanamkan kesadaran sejarah kepada generasi muda. Pemerintah mendorong masyarakat untuk menjadikan peristiwa ini sebagai sumber inspirasi dalam membangun daerah dan bangsa.

Melalui peringatan ini, Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga kembali diangkat agar tidak tergerus oleh waktu. Jejak darah dan air mata para pejuang menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah hasil perjuangan, bukan hadiah.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen terus merawat ingatan kolektif tentang Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga melalui edukasi sejarah dan kegiatan kebudayaan. Langkah ini dinilai penting agar nilai perjuangan tetap relevan di tengah tantangan zaman.

Dengan mengenang Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga, masyarakat diajak memperkuat rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap daerah. Sejarah ini menjadi pengikat identitas sekaligus peneguh semangat untuk menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa.(Allen)


Update Berita Kaltim gak harus ribet! Yuk Gabung Channel WhatsApp Kaltim Expose Whatsapp Kaltim Expose untuk mendapatkan informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan.

Iklan