KaltimExpose.com, Samarinda –  Hari pertama setelah cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1445 H tahun 2024 M ini, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda kembali bergerak aktif dengan melakukan razia di blok hunian warga binaan pada Selasa, (16/4/2024).

Tindakan ini merupakan respons terhadap Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan nomer PAS-PK.08.05-714 yang menginstruksikan langkah-langkah progresif sebagai tindak lanjut terhadap maraknya pengaduan terkait peredaran narkoba, penipuan online, pungli, dan lain-lain di lingkungan UPT Pemasyarakatan.

Razia insidentil dipimpin langsung oleh Kalapas Samarinda Hudi Ismono, dengan dukungan dari jajaran Lapas Kelas IIA Samarinda. Razia tersebut dipimpin oleh Ka.KPLP Sukardi, didampingi Kasubsi Peltatib Endi Sri Prabowo, serta Kasubsi Keamanan Elpasha Braniswara bersama dengan 15 personil.

Razia dilakukan di Blok Hunian WBP (Blok Garuda) mulai pukul 11.30 hingga 12.00 WITA. Hasilnya, ditemukan sejumlah barang terlarang seperti sandaran hp, kabel terminal, stop kontak, dan senjata tajam buatan. Barang-barang tersebut akan segera dimusnahkan.

Langkah-langkah seperti ini merupakan komitmen Lapas Samarinda beserta jajaran dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi, sesuai arahan dari Kakanwil Kemenkumham Kaltim Gun Gun Gunawan melalui Kadivpas Kaltim Heri Azhari. Mereka menekankan pentingnya menerapkan Zero Halinar sebagai komitmen petugas pemasyarakatan dalam menjalankan 3 kunci Pemasyarakatan Maju ditambah dengan back to basic.

Tiga kunci Pemasyarakatan Maju meliputi deteksi dini, peran aktif dalam pemberantasan peredaran narkoba, serta membangun sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya. Dengan menjalankan prinsip ini, diharapkan pemasyarakatan dapat terus berjalan maju dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Iklan